*Pasca Kejadian Penganiayaan Wartawan Di Luwu Utara*
Jangan Coba Coba Ganggu Bupati Cantik
JEJAK MANTAN POLISI - Kantor Pemerintahan di Lutra bukan tempat perkelahian tetapi tempat melayani masyarakat kata Bupati Lutra Indah Putri, jangankan terhadap masyarakat tetapi terhadap sesama ASN tidak dibenarkan
Atas kejadian itu indah berjanji akan menindaklanjuti anggotanya sesuai regulasi yang berlaku, pasti kami tindaki tapi semua butuh proses," katanya
Dia juga berjanji akan mengevaluasi bawahannya dan tidak menempatkan lagi ASN yang mengalami depresi di tempat layanan publik.
Sebelum dan sesudah menyampaikan aspirasi di hadapan Bupati Indah Putri, siang tadi
Kami mengalami kekerasan fisik, kami juga merasakan tekanan. banyak orang tidak dikenal mengawal kami. Mereka bertingkah aneh, seolah ingin menerkam orang yang mengganggu Bupati.
Rekan kami salaman saja di dorong, setelah itu kami diteriaki katanya wartawan hanya datang mau makan di warung aroma, setelah itu kami juga disenggol mobil di pelataran parkir kantor bupati.
Mereka tidak senang atas kehadiran kami menyampaikan aspirasi terkait kejadian kekerasan yang dialami rekan kami syahruddin wartawan fajar saat meliput pada jumat lalu di dinas dukcapil.
Menurut informasi mereka itu adalah PNS yang bertingkah preman, awalnya kami tidak percaya kalau dia PNS karena mereka pakaian biasa pada saat jam kerja. Kami melihat diantara mereka ada yang bertatto.Mereka mondar mandir diluar ruangan pertemuan kami dengan bupati. Sejak kedatangan kami, mereka menunjukkan sikap yang tidak bersahabat terhadap wartawan yang datang menyampaikan aspirasi.
Atas kejadian itu kami bertanya tanya kok Bupati cantik membiarkan orang bertingkah preman berada kantornya, padahal kedatangan kami baik hanya menyampaikan aspirasi.
Banyak catatan kami, atas kejadian siang tadi, yang pada intinya saya berkesimpulan bahwa kalau tidak siap berhadapan dengan segala bentuk kekerasan jangan coba-coba menentang atau mendemo Bupati Cantik Luwu Utara itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar